PROPOSAL
STUDI KELAYAKAN BISNIS
GERAI CINTA

Disusun oleh:
Budi Ariyanto (0922100476)
Nita Ermawati (0922100475)
Muhtar Herianto (0922100494)
Tendry
Salim (0922100491)
JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN
TAHUN AJARAN 2011 - 2012
Executive Summary
Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia telah berdampak pada
kondisi ekonomi secara menyeluruh.Menyempitnya lapangan pekerjaan dan
penguasaan ekonomi pada sekelompok mayoritas telah menjadi hal yang biasa di
negeri ini.Demi peningkatan sumber daya ekonomi perlu diciptakan suatu lapangan
usaha baru yang paling tidak memberdayakan dirinya sendiri sehingga paling
tidak telah mengentaskan satu angka pengangguran.
Dari inovasi dan kreasi, kami mencoba membuka peluang aru dengan membuka
gerai makan dengan nama Gerai Cinta. Alasan yang mendasari kami untuk membuka
usaha ini antara lain:
a.
Budaya masyarakat masa kini dengan
kesibukannya yang beragam sehingga enggan untuk memasak dan dengan adanya
selera masyarakat yang tinggi akan kuliner membuat kami yakin bahwa dengan
mendirikan usaha ini akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat tersebut.
b.
Menciptakan lapangan kerja baru, paling tidak
bagi kami dan beberapa orang di sekitar kami.
c.
Memberdayakan kemampuan dan keahlian yang
kami miliki.
Gerai ini didirikan dengan menghadirkan bakso cinta sebagai menu utama
karena di Klaten ini belum ada bakso dengan bentuk cinta dengan rasa yang
fantastis seperti di tempat kami ini.
Selanjutnya tema yang kami angkat dalam pendirian gerai ini adalah
natural. Jadi dalam gerai tersebut akan ditanam beberapa tanaman yang cukup
rindang dan menyejukkan. Kami mencoba menghadirkan bakso sebagai makanan
pinggiran ala restoran.
ASPEK
MANAJERIAL
Nama Usaha : Gerai Cinta
Lokasi :
Jl. Jogja - Solo di Kios sebelah SPBU Klasis yang berdekatan dengan stasiun,
Indomaret, dan perumahan.
Pemilik :
usaha bersama Muhtar, Budi, Tendry, dan Nita
Menu :
Makanan: 1. Bakso cinta
2. Banana Ressoles
3. Pisang Goreng Karamel
4. Tahu Krispi
Minuman : 1.
Es Teh
2. Es Jeruk
3. Soft Drink
4. Es Serpihan Cinta
5. Jus Galau
6. Es Mabuk Cinta
Struktur Organisasi : Manajer : Muhtar Herianto
Pemasaran :
Budi Ariyanto
Keuangan :
Tendry Salim
Adm&Umum :
Nita Ermawati
Struktur
organisasi

Model Manajemen
v Manajer, bertugas mengatur dan mengawasi jalannya
usaha yang dilakukan
v Manajemen menggunakan model total quality management
dimana terus ada perbaikan secara terus menerus untuk perbaikan secara menyeluruh.
v Untuk pengelolaan persediaan menggunakan just in
time dimana barang dibeli untuk persediaan selama 2 hari.
Aspek Pasar dan Pemasaran
·
Bentuk pasar : - Rumah makan Bakso
cinta ini merupakan salah satu tempat yang menyediakan berbagai makanan yang
cocok untuk kalangan remaja, serta masyarakat umum dan rumah makan ini siap
memanjakan para pengunjungnya dengan makanan lezat serta tempat kumpul- kumpul
kalangan remaja.
·
Prediksi permintaan dan penawaran: -
Dalam penjualan bakso cinta semacam ini belum banyak dijumpai di kota klaten
bahkan belum ada sehingga akan banyak orang yang tertarik dan ingin mengetahui
seperti apa bakso cinta ini.
·
Segmenting: - Di dalam pemasaran bakso
cinta ini akan mampu memenuhi keinginan seluruh masyarakat. Jadi dapat ditempatkan
pada kondisi apapun dan dapat memenuhi semua segmen pasar. Misalnya ditinjau
dari aspek:
1. Demografi
yaitu dengan melihat jumlah remaja dan warga yang menginginkan produk yang
baru, bakso cinta dapat memenuhi keinginan tersebut.
2. Psikografi
yaitu menarik minat agar tertarik ingin mengetahui seperti apa bakso cinta ini.
3. Geografi
yaitu kita memasarkan produk ini dengan membuka rumah makan di sekitar tempat –
tempat yang ramai.
·
Targeting: - Dengan penamaan bakso
cinta ini kita mengarah target konsumen kita dari kalangan remaja dan kalangan
umum karena penasaran dan ingin mencoba dengan konsep tempat yang sesuai dengan
selera masyarakat masa kini.
·
Positioning: - Melihat produk ini di
pasaran belum banyak atau bahkan belum ada disekitar kota klaten maka daya jual
dari produk ini akan sangat bagus.
·
Kondisi persaingan: - Walaupun sudah
banyak warung bakso yang mempunyai kekhasan yang beraneka ragam tetapi kami
optimis kalau produk kita mampubersaing di pasaran karena dari segi penamaan
banyak orang yang penasaran dan ingin segera mencobanya.
·
Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen:
-Di aspek ini usaha kami mementingkan kepuasan pelanggan dengan cara memberi
kepuasan pelayanan dan harga yang cocok untuk kantong para remaja dan warga
masyarakat menengah kebawah.
·
Analisa persaingan: - Selama jenis
usaha seperti ini belum banyak ditemukan di kota klaten maka akan memberikan
prospek yang baik. Namun setelah usaha ini ada dan berkembang pesat, pasti akan
banyak bermunculan bakso cinta yang memiliki bentuk dan rasa hamper sama, maka
dari itu kita selalu mencari inovasi atau brand yang baru untuk melengkapi menu
selain bakso cinta yang kita jadikan unggulan.
·
Rencana pemasaran:
1. Melakukan
pendekatan kepada masyarakat sekitar agar mau mencoba makanan tersebut dan
kemudian mau membeli dengan harga promosi pada awalnya.
2. Mengadakan
promosi dengan memberikan diskon, hadiah makan gratis dengan menukarkan kupon
atau voucher yang diberikan di saat pembelian.
·
Marketing MIX:
-
Poduct: di Klaten ini belum ada produk bakso
yang seperti ini, maka dari itu kita optimis bahwa usaha ini layak untuk
dikembangkan. Produk ini diciptakan dengan
kualitas yang memadai. Tidak hanya bentuknya yang menarik, tetapi juga
dengan rasa lezat.
-
Place: lokasi yang dipilih cukup
strategis yang juga merupakan pusat keramaian.
-
Price: Dari sisi harga, kita membandrol
harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Dengan harga relative murah,
kami berharap akan dapat menjangkau hati konsumen untuk membeli produk ini.
-
Promotion: Melakukan promosi melalui
brosur – brosur dan malalui media maya seperti facebook, twitter maupun melalui media yang lain.
Dari
keempat hal tersebut, diharapkan keberadaan gerai cinta ini akan menjadi daya
tarik tersendiri bagi masyarakat kota Klaten dari semua kalangan. Walaupun
bakso hanya makanan pinggiran, tetapi kami menyulapnya menjadi menu ala
restoran.
Aspek
Teknis Produksi
1. Pembuatan Bakso Cinta
Siapkan bahan-bahan
sebagai berikut :
Daging sapi 1kg
|
Lada halus 2 gr
|
Tepung tapioka 300 gram
|
MSG 5 gr
|
Es Batu 200 gr
|
Garam 18 gr
|
Garlic Powder sesuai selera
|
Daging dipotong 10 x 5 x 5 cm.
Daging digiling dengan menggunakan mesin penggiling
daging /Meat Mincer.
Daging gilingan dimasukkan ke dalam Blender Industri bersama dengan sebagaian dari es, Phosmix MP, garam, lada halus, MSG, dan Garlic Powder.
Campuran tersebut dihaluskan selama 5 menit.
Tepung tapioka dan sisa es ditambahkan ke dalam Blender Industri, dan semua campuran dihaluskan sampai halus.
Setelah halus, adonan bakso ini dicetak dengan cetakan
yang berbentuk daun cinta kemudian dimasukkan ke dalam air hangat (air hangat
ini belum mendidih atau sekitar suhu 60-80 derajat Celsius).
Bila sudah terapung dalam air, bakso ini diangkat. Bila
akan dikonsumsi langsung, bakso tersebut didinginkan sebentar, lalu direbus
lagi sampai matang (sekitar 10 menit).
Bila akan disimpan, dapat disimpan direfrigerator untuk
jangka waktu sebentar.
Apabila ingin disimpan dalam jangka waktu yang lebih
lama, bisa dikemas dengan menggunakan mesin pengemas vakum/Vacuum Packaging
Machine.Lalu disimpan dalam freezer. Direbus kembali bila akan dikonsumsi.
Untuk
pembuatan bakso cinta tersebut dibutuhkan biaya Rp4.000,00 per porsinya dan
dijual dengan harga Rp5.000,00. Jadi ada selisih lebih Rp1.000,00.
2.
Banana
Ressoles
Harga jual menu Banana
Ressoles per porsi Rp. 3.500,-
HPP bahan baku per porsinya :
HPP bahan baku per porsinya :
Pisang (1 buah untuk 2
porsi)
Rp 500,-
Kulit ressoles
Rp. 300,-
Gas elpiji
Rp 100,-
Kardus + Plastik
Rp 200,-
Adonan
Rp 300,-
Tepung krispi
Rp 300,-
Selai buah
Rp 300,-
Minyak Goreng
Rp 100,-
Rp 500,-
Kulit ressoles
Rp. 300,-
Gas elpiji
Rp 100,-
Kardus + Plastik
Rp 200,-
Adonan
Rp 300,-
Tepung krispi
Rp 300,-
Selai buah
Rp 300,-
Minyak Goreng
Rp 100,-
Total HPP
Rp. 2.100
Keuntungan per porsinya
Rp 1.400,-
Rp. 2.100
Keuntungan per porsinya
Rp 1.400,-
3.
Pisang
Goreng Karamel
Harga jual Pisang Goreng
Karamel per porsi
Rp. 5,000,-
HPP bahan baku per porsinya :
Rp. 5,000,-
HPP bahan baku per porsinya :
Pisang (2 buah) Rp
1,000,-
Saos Karamel Rp. 500,-
Gas elpiji Rp 100,-
Kardus + Plastik Rp 400,-
Adonan Rp 500,-
Tepung krispi Rp 500,-
Minyak GorengRp 100,-
Saos Karamel Rp. 500,-
Gas elpiji Rp 100,-
Kardus + Plastik Rp 400,-
Adonan Rp 500,-
Tepung krispi Rp 500,-
Minyak GorengRp 100,-
Total HPP
Rp. 3.100
Keuntungan per porsinya
Rp 1.900,-
Rp. 3.100
Keuntungan per porsinya
Rp 1.900,-
4. Tahu Krispi (Rp. 3.000,-)
Tahu
500
Tepung Krispi 650
Saos 150
Minyak 250
Gas 100
Packing 200
Lain-Lain 50
Tepung Krispi 650
Saos 150
Minyak 250
Gas 100
Packing 200
Lain-Lain 50
HPP
1900
Keuntungan rata-rata = Rp 3000 - Rp 1900 = Rp 1100
1900
Keuntungan rata-rata = Rp 3000 - Rp 1900 = Rp 1100
5.
Es Teh, Es Jeruk, dan Soft drink
Untuk produk minuman tersebut, dibuat dengan cara yang
seperti biasanya orang lakukan. Untuk es teh, dibuat dengan campuran dua merk
teh agar tercipta rasa yang nikmat.Untuk es jeruk digunakan jeruk peras yang
dicampur dengan lemon.Sedangkan soft drink dipasok dari distributor keliling,
kemudian kita hanya tinggal memberi es.
Harga pokok es jeruk dan es teh Rp 1.000,00 untuk membeli
bahan baku berupa jeruk, teh, air, gula, dan es. Kita menjualnya dengan harga
Rp1.500,00. Jadi keuntungannya Rp500,00 per gelas. Sedangkan harga pokok soft
drink + es Rp2.700,00 dan kami menjualnya dengan harga Rp3.500,00. Jadi
keuntungannya Rp800,00.
6.
Es Serpihan Cinta
Bahan:
125 gr tepung beras
|
100 ml air
|
50 gr tepung sagu
|
500 ml santan rebus
|
75 ml air daun suji
|
6 buah mata nangka , buang biji nya, potong kecil
|
450 ml air
|
200 gr gula merah, sirih
|
2 sdm air kapur sirih
|
Untuk biaya membuat es serpihan cinta ini dibutuhkan
biaya Rp2.000,00 per porsinya dan kami menjual dengan harga Rp2.500,00.
7. Jus Galau
bahan :
- 200 gram belimbing, dipotong-potong
- 1 tangkai seledri
- 250 ml jus apel siap pakai
- 1 sendok makan gula pasir
- 1/2 sendok makan air jeruk lemon
- 150 gram es batu untuk pelengkap
Untuk membuat es
galau ini dibutuhkan biaya Rp1.900,00 jadi kami menjualnya dengan harga
Rp2.500,00.
8.
Es
Mabuk Cinta
Bahan:
- kolang-kaling manis 10 buah, potong-potong
- nangka iris 1 sendok makan
- alpukat kerok 3 sendok makan
- kelapa muda kerok 2 sendok makan
- sirup merah 3 sendok makan
- susu kental manis putih secukupnya
- es serut secukupnya
biaya
pembuatan Rp3.000,00 dan harga jual Rp4.000,00.
Ringkasan
perhitungan:
Menu per porsi
|
Harga pokok
|
Harga jual
|
Laba
|
Bakso
|
4.000
|
5.000
|
1.000
|
Seluruh Menu
tambahan
|
7.100
|
11.500
|
4.400
|
Seluruh Minuman
|
7.900
|
10.800
|
2.900
|
Jumlah
|
19.000
|
27.300
|
8.300
|
Aspek
Finansial
Kebutuhan Dana dan Sumbernya
Dalam perencanaan pembuatan rumah makan ini, kami
membuat anggaran sebagai berikut:
ANGGARAN GERAI CINTA
·
Sewa tempat untuk
1tahun Rp 5.000.000,00
·
Peralatan
( panci besar, centong, serutan es, dll) Rp 500.000,00
·
Peralatan penyajian
( piring, mangkok, sendok, gelas ) Rp 500.000,00
·
Property
( meja kursi 5 set, karpet ) Rp 2.500.000,00
·
Properti untuk
administrasi ( meja kasir ) Rp 500.000,00
·
Dekorasi ruang dan
halaman Rp 100.000,00
·
Keperluan lain –
lain Rp 250.000,00
Total Rp 9.350.000,00
Anggaran untuk pelaksanaan usaha, dana untuk 2 hari:
·
Pembuatan hidangan
Bakso 200 porsi per hari Rp 1.600.000,00
Menu tambahan @ 10 porsi 7100x10 Rp 710.000,00
·
Minuman 7900x10 Rp
790.000,00
Total Rp 3.100.000,00
Ketersediaan kas untuk uang kembalian Rp 650.000,00
Total dana yang dibutuhkan Rp 13.000.000,00
Sumber
Dana:
Dana diperoleh dari modal sendiri yang
merupakan usaha bersama dimana para pemiliknya memberikan modalnya untuk gerai
cinta ini.Pemilik modal tertinggi adalah manajer. Kemudian laba yang diperoleh
akan dibagi secara proporsional atas modal yang dimilikinya.
Besarnya modal yang disetor sebagai berikut:
-
Muhtar Herianto = 40% = Rp
5.200.000,00
-
Budi Ariyanto = 20% = Rp 2.600.000,00
-
Tendry Salim = 20% = Rp 2.600.000,00
-
Nita Ermawati = 20% = Rp 2.600.000,00
Estimasi Cashflow
Modal
awal Rp
13.000.000,00
Keperluan
tempat dan alat (Rp
9.350.000,00)
Kas yang tersedia untuk produksi dan uang kembalian Rp 3.650.000,00
Bulan 1
Saldo
kas awal 3.650.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà100porsi
x 25hari x 5.000 12.500.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 15.287.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 100 10.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (11.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 1.745.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 698.200
Budi
Ariyanto 20% 349.100
Tendry
Salim 20% 349.100
Nita
Ermawati 20% 349.100
(1.745.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 3.650.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 4.067.000
Sewa
dibayar dimuka = 5.000.000 – 417.000 = Rp 4.583.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Bulan 2
Saldo
kas awal 4.067.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà110porsi
x 25hari x 5.000 13.750.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 16.537.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 110 11.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (12.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 1.995.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 798.200
Budi
Ariyanto 20% 399.100
Tendry
Salim 20% 399.100
Nita
Ermawati 20% 399.100
(1.995.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 4.067.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 4.484.000
Sewa
dibayar dimuka = 4.583.000 – 417.000 = Rp 4.166.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Bulan 3
Saldo
kas awal 4.484.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà120porsi
x 25hari x 5.000 15.000.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 17.787.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 120 12.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (13.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 2.245.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 898.200
Budi
Ariyanto 20% 449.100
Tendry
Salim 20% 449.100
Nita
Ermawati 20% 449.100
(2.245.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 4.484.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 4.901.000
Sewa
dibayar dimuka = 4.166.000 – 417.000 = Rp3.749.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Bulan 4
Saldo
kas awal 4.901.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà130porsi
x 25hari x 5.000 16.250.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 19.037.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 130 13.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (14.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 2.495.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 998.200
Budi
Ariyanto 20% 499.100
Tendry
Salim 20% 499.100
Nita
Ermawati 20% 499.100
(2.495.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 4.901.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 5.318.000
Sewa
dibayar dimuka = 3.749.000 – 417.000 = Rp 3.332.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Bulan 5
Saldo
kas awal 5.318.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà140porsi
x 25hari x 5.000 17.500.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 20.287.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 140 14.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (15.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 2.745.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 1.098.200
Budi
Ariyanto 20% 549.100
Tendry
Salim 20% 549.100
Nita
Ermawati 20% 549.100
(2.745.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 5.318.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 5.735.000
Sewa
dibayar dimuka = 3.332.000 – 417.000 = Rp 2.915.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Bulan 6
Saldo
kas awal 5.735.000
Penerimaan:
-bakso
cintaà150porsi
x 25hari x 5.000 18.750.000
-menu
tambahan à5
x 25 x 11.500 1.437.500
-minuman
à 5
x 25 x 10.800 1.350.000
Jumlah
penerimaan 21.537.500
Pengeluaran:
-bakso
cinta à
4000 x 25 x 150 15.000.000
-menu
tambahan à 5
x 25 x 7.100 887.500
-minuman
à 5
x 25 x 7.900 987.500
Jumlah
pengeluaran (16.875.000)
Biaya
gaji ( 1.250.000)
Biaya
sewa bulan 1 ( 417.000)
Laba 2.995.500
Pembagian
laba:
Muhtar
Herianto 40% 1.198.200
Budi
Ariyanto 20% 599.100
Tendry
Salim 20% 599.100
Nita
Ermawati 20% 599.100
(2.995.500)
Penambahan
kas 0
Saldo
kas 5.735.000
Kas
atas sewa yang telah dibebankan 417.000
Saldo kas akhir bulan 1 6.152.000
Sewa
dibayar dimuka = 2.915.000 – 417.000 = Rp 2.498.000,00
Modal =
Rp13.000.000,00
Payback Period:
Seperti
terlihat dalam cashflow bahwa laba:
Bulan
1 Rp1.745.500,00 lamanya modal kembali =
Bulan
2 Rp1.995.500,00 5 bulan + 1.772.500/
Bulan
3 Rp2.245.500,00 (2.995.500 : 25) =
Bulan
4 Rp2.495.500,00 5 bulan 15 hari
Bulan
5 Rp2.745.500,00
Jumlah Rp11.227.500,00
Jumlah
modal (Rp13.000.000,00)
Kekuragan Rp1.772.500,00
Diambilkan
dari bulan ke 6, laba Rp 2.995.500,00
BEP
Rata – rata biaya per bulan sebesar Rp1.500.000,00
maka untuk mencapai titik BEP kita harus menjual bakso 1500 porsi atau 60 porsi
per harinya karena keuntungan dari penjualan bakso adalah Rp1.000,00 per porsi.
Aspek
SDM
Perencanaan SDM
·
Kami menjalankan
usaha ini secara bersama. Tugas manajer adalah mengatur jalannya usaha ini,
kemudian bagian pemasaran melaksanakan tugas pemasaran dan membantu dalam
berjualan. Bagian keuangan mengurusi keuangan usaha dan bertempat di kasir.
Sedangkan bagian adm & umum mengarsipkan nota penjualan dan pembelian serta
membantu dalam dapur rumah makan.
·
Apabila usaha ini
nantinya berkembang pesat, kami akan membuka cabang baru di beberapa wilayah di
kota Klaten.
Recruitment dan Pengukuran Kinerja
·
Perekrutan karyawan
dilakukan pada saat memulai usaha ini dan apabila ada karyawan yang
mengundurkan diri sehingga perekrutan dimaksudkan untuk menggantikannya. Pada
saat perluasan usaha kami juga akan melakukan perekrutan karyawan.
·
Pengukuran kinerja
berdasarkan pada kedisiplinan dan ketekunan dalam bekerja. Selain itu juga
dipertimbangkan keramahan dalam melayani pelanggan.
Kompensasi untuk karyawan
·
Kami memberikan
kompensasi khusus untuk karyawan yang bekerja pada hari libur dan hari besar
berupa 2 kali gaji pokok.
·
Gaji karyawan @
Rp500.000,00 (25 hari kerja) jam 09.00 – 20.00.
·
Tunjangan makan
Rp5.000,00 per hari
·
Bagi para pendiri
berupa laba yang dibagi proporsional atas modal yang disetor.
·
Apabila modal telah
kembali, maka para pendiri akan memperoleh gaji.
Aspek lingkungan
Sebagian
besar masyarakat di lingkungan rencana bisnis beragama islam taat. Tingkat
toleransi dengan agama lain dapat berjalan dengan baik. Tempat rencana bisnis
juga merupakan lokasi yang cukup strategis.
Dampak
terhadap lingkungan masyarakat Adanya peningkatan
ekonomi masyarakat khususnya para karyawan serta adanya lowongan lapangan
pekerjaan baru
·
Analisis aspek sosial politik
Kita
membantu masyarakat untuk mendapatkan hidangan berkualitas dengan harga murah
dan jaminan kesehatan.
·
Analisis aspek ekonomi
Dari
usaha ini paling tidak kami dapat menciptakan pekerjaan bagi diri kami sendiri
dan beberapa orang di sekitar kami.
·
Analisis aspek yuridis
Aspek
Yuridis merupakan aspek institusional yang menyangkut perijinan dalam pendirian
industri yang dituangkan dalam peraturan pendirian suatu
usaha.Peraturan-peraturan tersebut diantaranya adalah hak guna tanah, izin
bangunan, izin badan usaha dan izin penggunaan tenaga kerja.Selain itu juga
diperlukan izinmelakukan dagang dan peraturan pajak.
Ringkasan
Hasil SKB
Dari studi kelayakan bisnis yang dilakukan
untuk Gerai Cinta, kami menyatakan bahwa usaha ini memang layak untuk
dikembangkan.Kami yakin bahwa usaha ini mempunyai prospek yang baik.Dalam hal
pemasaran kita telah diuntungkan mengingat tidak adanya pesaing bakso cinta di
Klaten ini.
Hal yang menjadikan perhatian bagi kami
nantinya adalah mengenai bagaimana menjaga permintaan agar selalu stabil, atau
bahkan menjadi semakin meningkat.Bukan hal yang mudah untuk menjaga tingkat
permintaan. Oleh karena itu kami akan selalu memberikan inovasi baru, kualitas
terunggul, dan pelayanan terbaik guna peningkatan usaha ini.
Kami juga berencana melakukan ekspansi.Kami
menganggap bahwa Gerai Cinta ini sangat layak untuk dikembangkan, bahkan
menjadi beberapa cabang. Dengan cepatnya waktu pengembalian modal, yaitu
sekitar 6 bulan, Gerai Cinta akan cepat dalam berkembang.
DAFTAR
PUSTAKA
Martono, Agus Harjito. Manajemen Keuangan. Ekonisia
: 2001
Lampiran
v Gambar Es Serpihan
Cinta
|
v Gambar Jus Galau
|
v Gambar Es Mabuk
Cinta
|
v Gambar Bakso Cinta
![]() |




Harrah's Resort Atlantic City - Mapyro
BalasHapusFind your way around 창원 출장마사지 the casino, find where everything is located 과천 출장샵 with these 김포 출장마사지 helpful links. 영주 출장마사지 From gaming 서울특별 출장샵 tables to casinos, visit the casino floor