Kamis, 28 Juni 2012

Laporan Praktik Kerja Industri


LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

Di Bengkel MINI MOTOR PEDAN KLATEN
Dari tanggal 7 Januari sampai dengan 31 Maret 2008

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Akhir Nasional
Di SMK Pembangunan Karangmojo Gunungkidul

Tentang : SISTEM PENDINGIN











Disusun oleh :
Nama   : Muhtar Herianto
 NIS    : 282
 Kelas   : XI Otomotif

LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA DIY
SMK PEMBANGUNAN KARANGMOJO
GUNUNGKIDUL
2007/2008



PENGESAHAN

            Laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan pada tanggal 7 januari sampai dengan 31 maret 2008, telah disetujui dan disahkan oleh pihak industri dan pihak sekolah pada:
            Hari       :
            Tanggal :
            Tempat  : SMK Pembangunan Karangmojo Gunungkidul

MENGESAHKAN
                  Pembimbing Bengkel                                            Pembimbing I



    Karbini                                                        Qodri, A.Md

            Pembimbing II                                                Ketua Jurusan



                         Harjono, S.Pd                                               Jumari, S.Pd

Mengetahui
Kepala SMK Pembangunan Karangmojo
Gunungkidul



TUKIMIN, BA
NIP. 130925591



MOTTO

  1. Disiplin dan usaha adalah faktor keberhasilan
  2. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan
  3. Pergunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu
  4. Tak ada bahaya yang lebih bahaya dari kebodohan



























PERSEMBAHAN

Atas tersusunnya laporan ini dipersembahkan kepada:
  1. SMK Pembangunan Karangmojo
  2. Orang tua yang telah membiayai
  3. Teman-teman kelas XI otmotif



























KATA PENGANTAR

            Puji syukur dipanjatkan atas kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Industri di bengkel “Mini Motor” Pedan Klaten sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
            Praktik Kerja Industri sangat membantu dan bertujuan untuk memenuhi Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang wajib dilaksanakan oleh seluruh siswa Sekolah Menengah Kejuruan.
            Dalam kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini, diantaranya ucapan terima kasih yang ditujukan kepada:
  1. Kepala SMK Pembangunan Karangmojo, Bapak Tukimin, B.A. yang telah memberikan izin melaksanakan Praktik Kerja Industri.
  2. Pimpinan bengkel Mini Motor yang telah mengizinkan dan telah memberikan bimbingan, arahan dan pengetahuan.
  3. Kepada para mekanik yang telah mengarahkan sehingga dapat melaksanakan Praktik Kerja Industri dengan benar.
  4. Kepada kedua orang tua tercinta yang telah mendukung dan membiayai dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri.
  5. Dewan guru beserta karyawan SMK dan SMA Pembangunan Karangmojo.
  6. Bapak pembimbing akademis Praktik kerja industri:
a.       Qodri, A.Md
b.      Harjono, S.Pd
  1. Rekan-rekan kelas XI otomotif.
  2. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam membantu baik materiil maupun spiritual.

Semoga amal baik semua pihak tersebut mendapat imbalan yang setimpal dari ALLAH SWT.
            Penulis berharap, semoga laporan ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak. Akhir kata bahwa tiada karya yang sempurna tanpa uluran tangan semua pihak yang telah membantu. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk kesempurnaan laporan ini senantiasa daharapkan oleh penulis.
                                                                       
                                                                                    Karangmojo,………………2008



        Penulis
























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………..i
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………ii
HALAMAN MOTTO            ………………………………………………………………iii
HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………………….iv
KATA PENGANTAR………………………………………………………………v
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..vii
BAB I.    PENDAHULUAN………………………………………………………..1
A.    Latar Belakang Praktik Kerja Industri……………………………….. 1
B.     Tujuan Praktik Kerja Industri…………………………………………2
C.     Tujuan Pembuatan Laporan Praktik Kerja Industri…………………...2
D.    Sistematika Laporan Praktik Kerja Industri…………………………..2
BAB II.  URAIAN UMUM…………………………………………………………4
A.    Sejarah Singkat Bengkel………………………………………………4
B.     Struktur Organisasi……………………………………………………4
C.     Pembagian Tugas……………………………………………………...5
D.    Denah/Lokasi Bengkel………………………………………………...6
BAB III. URAIAN KHUSUS……………………………………………………….7
A.    Dasar Teori…………………………………………………………….7
B.     Pembongkaran, Pemeriksaan, Pemasangan dan Perawatan atau
Perbaikan……………………………………………………………...19      
C.     Trouble Shooting……………………………………………………...25
BAB IV. PENUTUP………………………………………………………………...28
A.    Kesimpulan……………………………………………………………28
B.     Saran…………………………………………………………………..28  
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….30     
LAMPIRAN………………………………………………………………………....31
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………..32




BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Praktik Kerja Industri
               Pada dasarnya, Praktik Kerja Industri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi semua siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Karangmojo untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional. Selain itu, persaingan di dunia kerja menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan  untuk trampil pada keahliannya masing-masing, karena seseorang yang mau bekerja harus ahli dibidangnya dan mempunyai pengalaman kerja atau magang, dan juga dituntut untuk bekerja secara professional dan bisa mengembangkan ketrampilan, mutu dan waktu pengalaman kerja.
            Kualitas tenaga kerja dapat dtingkatkan melalui pendidikan professional, sedangkan pendidikan professional dapat diperoleh dengan melaksanakn Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu di sekolah dan sebagian di dunia kerja/dunia industri.
            Pihak industri diharapkan dapat membantu sekolah dan berperan aktif dalam loyalitas kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun di industri mulai awal sampai akhir tahun pelajaran yang diantara lain mengikuti kegiatan:
1.      Pengembangan atau penyusunan program/kurikulum.
2.      Seleksi siswa.
3.      Sistim evaluasi.
            Dengan beberapa hal diatas perlu dilakukan beberapa usaha yang melibatkan semua pihak khususnya sekolah yang menjadi lembaga, menyiapkan lulusan sekolah sebagai lulusan yang unggul dan umumnya pada dunia usaha sebagai tempat pelaksanaan kegaitan. Diantaranya adalah Pendidikan Sistem Ganda dalam Praktik Kerja Industri baik guru maupun peserta didik. Praktik Kerja Industri ini dilakukan atau dilaksanakan oleh siswa  Sekolah Menengah Kejuruan sebagai bimbingan dari sekolah yang mendampingi siswa dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri.


B.  Tujuan Praktik Kerja Industri
1.      Kegiatan praktik kerja industri bagi siswa bertujuan sebagai berikut:
a.       Agar siswa dapat menambah pengalaman selama melaksanakan praktik kerja industri.
b.      Agar siswa dapat melatih kerja guna masa depan.
c.       Agar siswa dapat menambah kepandaian yang di dapat di sekolah maupun di dunia industri.
2.      Kegiatan Praktik Kerja Industri bagi sekolah bertujuan sebagai berikut:
a.       Agar sekolah dapat menyiapkan lulusan yang unggul, yang berwawasan mutu, bisnis, kewirausahaan dan produktif.

C.  Tujuan Pembuatan Laporan Praktik Kerja Industri
            Pada dasarnya banyak sekali tujuan dalam penyusunan laporan Praktik Kerja Industri, tetapi tujuan utama dari penyusunan laporan Praktik Kerja Industri adalah sebagai berikut:
1.      Sebagai syarat kenaikan kelas.
2.      Menindak lanjuti program sekolah yaitu Praktik Kerja Industri selama 3 bulan.
3.      Sebagai bukti bahwa siswa telah melaksanakan Praktik Kerja Industri sesuai dengan ketentuan sekolah.
4.      Sebagai bukti segala kegiatan yang dilaksanakan siswa pada saat melaksanajan Praktik Kerja Industri.
5.      Sebagai bukti bahwa siswa telah mengikuti kurikulum.
6.      Sebagai bahan pertimbangan ilmu yang diperoleh di dunia industri dan sekolah.
7.      Mendorong untuk berlatih disiplin dan bertanggung jawab dalam dunia kerja.

D.  Sistematika Laporan Praktik Kerja Industri
            Merupakan pengarahan dalam penyusunan laporan setelah siswa melaksanakan Praktik Kerja Industri yang isinya merupakan gambaran kegiatan selama melaksanakan Praktik kerja Industri. Adapun susunan laporan secara sistematik adalah sebagai berikut:



HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PERSEMBAHAN
HALAMAN MOTTO
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.    PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Praktik Kerja Industri
B.       Tujuan Praktik Kerja Industri
C.       Tujuan Pembuatan Laporan Praktik kerja Industri
D.      Sistematika Laporan Praktik kerja Industri
BAB II.  URAIAN UMUM
A.    Sejarah Singkat Bengkel
B.     Struktur Organisasi
C.     Pembagian Tugas
D.    Lokasi/Denah Bengkel
BAB III.  URAIAN KHUSUS
A.    Dasar Teori
B.     Pembongkaran, pemeriksaan, pemasangan dan perawatan atau perbaikan
C.     Trouble Shooting
BAB IV.  PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR







BAB II
URAIAN UMUM

A.  Sejarah Singkat Bengkel
            Pada akhir tahun 1980, Bapak Karbini dengan semangat menempuh hidupnya dengan cara bertekad untuk membangun sebuah bengkel. Bengkel ini melayani segala jenis mobil, mobil bermesin diesel maupun bensin. Beliau membangunnya  di atas tanah seluas 70 m². Bengkel ini di bangun di samping rumah kerabatnya yang beralamatkan di Jagalan, Kedek Pedan. Bengkel ini diberi nama Mini Motor.
            Bengkel ini mempunyai 3 (tiga) karyawan, diantaranya: Ahmad Zainudin Arifin, Agung, Melor. Bengkel ini berjalan sampai sekarang. Namun pada akhir tahun 2007, lokasi bengkel ini dipindahkan ke samping rumah Bapak Karbini sendiri yang beralamatkan di Pencil, Bendo, Pedan. Namun karena kepindahan bengkel ini, bengkel itu, sekarang hanya tinggal mempunyai satu karyawan. Jadi kalau ada pekerjaan yang banyak, Bapak Karbini juga harus ikut turun tangan, tapi kadang-kadang karyawan yang sudah keluar masih sering dipanggil untuk membantu.
            Demikianlah sejarah singkat bengkel “Mini Motor” hingga jadi sekarang ini. Semoga sejarah yang singkat ini menjadi pengetahuan bagi pembaca.

B.  Struktur Organisasi
            Bengkel Mini Motor ini adalah milik perseorangan, karena dulunya bengkel ini hanya didirikan oleh Bapak Karbini sendiri. Bengkel ini dibentuk sebuah struktur organisasi. Struktur organisasi ini hanya terdiri dari Pimpinan kemudian Bendahara kemudian Sekertaris kemudian Mekanik.








                                                      
Text Box: Pimpinan Bengkel
Bapak Karbini


                           

Gambar 2.1. Struktur organisasi

C.  Pembagian Tugas
            Seperti skema di atas bengkel “Mini Motor” ini mempunyai organisasi khusus dan pembagian tugas tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Pimpinan Bengkel adalah orang yang memimpin bengkel tersebut dan yang bertanggung jawab atas pengambilan tindakan pada suatu anggota bengkel dan berpengaruh terhadap maju mundurnya bengkel itu.
2.      Bendahara adalah orang yang bertanggung jawab terhadap bagian pemasukan, pengeluaran, pembayaran dan pembagian hasil di bengkel tersebut.
3.      Ketua Mekanik adalah orang yang mengatur dan mengkoordinasi jalannya kegiatan di bengkel tersebut.
4.      Mekanik adalah orang yang bertanggung jawab sepenuhnya atas semua pelayanan secara menyeluruh di dalam kegiatan sehari-hari di bengkel tersebut.
Namun walaupun mempunyai jabatan yang berbeda, tapi semuanya juga terjun sebagai mekanik kecuali Bendahara.


D.  Denah/lokasi bengkel
                                               













 
                                                      Jln. ke                                Jln. ke
                                                      Klaten                               Klaten






 
                                                                       
               Pasar Pedan













 
Jln. ke Ceper
Jln. ke

Lokasi bengkel
 
                                                                                                                           Karangdowo
                             
                                                                                                                       
dari
Cawas



Gambar 2.2. Denah/Lokasi bengkel














BAB III
URAIAN KHUSUS
SISTEM PENDINGIN

A.  Dasar Teori
1.  Pengertian
      Sistem pendingin air berfungsi sebagai pengatur temperature mesin dan memberi rasa nyaman penumpang dengan adanya rasa sejuk. Agar pendingin bekerja secara efisien, maka diperlukan servis dan perbaikan yang benar.
2.  Sistem pendingin berfungsi:
  1. Mencegah panas yang berlebihan
  2. Mengatur suhu mesin
3.  Jenis sistem pendingin
  1. Sistem pendingin udara
  2. Sistem pendingin air
4.  Uraian
  1. Sistem pendingin mesin sangat diperlukan
Menurut neraca panas, pada motor bakar hanya akan diperoleh 25% hasil pembakaran bakar yang dapat diubah menjadi energi mekanik. Sebagian panas akan keluar melalui gas buang (kira-kira 34%), melalui sistem pendinginan (kira-kira 32%) dan sisanya akan melalui kerugian pemompaan dan gesekan.









Gambar 3.1. Neraca panas pada mesin
Berdasarkan neraca panas di atas, maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat mencapai 32%.
            Bila mesin tidak didinginkan maka mesin akan mengalami panas yang berlebihan (over heating) dan akan mengakibatkan gangguan-gangguan sebagai berikut:
1)      Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Contoh: torak yang terbuat dari logam paduan aluminium akan kehilangan kekuatannya (kira-kira sepertiganya) pada suhu tinggi (300%), bagian atas torak akan berubah bentuk atau bahkan akan mencair.
2)      Ruang bebas (clereance) antara komponen yang saling bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas yang berlebihan. Misalnya torak akan memuai lebih besar (karena terbuat dari paduan aluminium) dari pada blok silinder (yang terbuat dari besi tuang) sehingga gerakan torak menjadi macet.
3)      Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan suhu. Misalnya cincin torak yang patah, torak yang macet karena adanya tegangan tersebut.
4)      Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Jika suhu naik sampai 250°C pada alur cincin, pelumas berubah menjadi karbon dan cincin torak akan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau cincin macet (ring stick). Pada suhu 500°C pelumas berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya turun, torak akan macet sekalipun masih mempunyai ruang bebas.
5)      Pembakaran tidak normal. Motor bensin cenderung untuk terjadi ketukan (knocking).

Sebaliknya bila motor terlalu dingin akan terjadi masalah, yaitu:
1)      Pada motor bensin bahan bakar akan sukar menguap dan campuran udara bahan bakar akan menjadi gemuk. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna.
2)      Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah dihidupkan.
3)      Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat tekanan tambahan.
4)      Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu kira-kira 50°C.
  1. Sistem pendingin udara
1)      Pendinginan oleh udara secara alamiah.
Pada sistem ini panas yang dihasilkan oleh pembakaran gas dalam ruang bakar sebagian dirambatkan keluar dengan menggunakan sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang dipasangkan di bagian luar silinder (gambar 3.2). Pada tempat yang suhunya lebih tinggi yaitu pada ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang dari pada sirip pendingin yang terdapat di sekitar silinder yang suhunya lebih rendah.






Gambar 3.2. Pendinginan udara secara alamiah
2)      Pendinginan oleh tekanan udara
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udara harus mengalir agar suhu udara di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung sempurna. Hal ini dapat dicapai dengan jalan menggerakkan sirip pendingin atau udaranya. Bila sirip pendingin yang di gerakkan atau mesinnya bergerak seperti pada sepeda motor. Pada mesin stationer aliran udaranya diciptakan dengan cara menghembuskan melalui blower yang dihubungkan langsung dengan poros engkol (gambar 3.3) menunjukan pendinginan udara menggunakan kipas/blower yang terpasang pada roda gila (flywheel fan), yang dianggap tidak efisien karena tanpa pengarah aliran (shroud). Agar aliran udara pendingin lebih dapat mendinginkan sirip-sirip digunakan pengarah (gambar 3.4)







Gambar 3.3. Kipas udara pada roda gila







Gambar 3.4. Kipas pada roda gila dengan pengarah aliran

  1. Sistem pendingin air
Pada sistem ini sebagian panas dari hasil pembakaran dalam ruang bakar diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder. Oleh karena itu, di luar silinder dibuat mantel air (water jacket). Pada sistem pendinginan air ini harus bersirkulasi. Adapun sirkulasi air dapat berupa 2 (dua) macam, yaitu:
1).  Sirkulasi alamiah/Thermo-syphon
2).  Sirkulasi dengan tekanan
Pada sistem pendinginan air dengan sirkulasi alamiah, air pendingin akan mengalir dengan sendirinya yang diakibatkan oleh perbedaan massa jenis air yang telah panas dan air yang masih dingin (gambar 3.5). Agar air yang panas dapat dingin, maka sebagai pembuang panas dipasangkan radiator (gambar3.6). Air yang berada dalam mantel air dipanaskan oleh hasil pembakaran sehingga suhunya naik, sehingga massa jenisnya akan turun dan air ini didesak ke atas oleh air yang masih dingin dari radiator. Agar pembuangan panas dari radiator terjadi sebesar mungkin, maka pada sistem pendingin dilengkapi juga dengan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas pada radiator dapat dibuang atau diserap udara.






Gambar 3.5. Prinsip sirkulasi alamiah






Gambar 3.6. Sirkulasi alamiah di mesin
Pada sirkulasi dengan tekanan pada prinsipnya sama dengan sirkulasi alam, tetapi untuk mempercepat terjadinya sirkulasi maka pada sistem dipasang pompa air (gambar 3.7)







Gambar 3.7. Sirkulasi dengan tekanan
5.   Proses Pendinginan Pada Mesin 
         Pada mesin bensin maupun pada mesin diesel proses pendinginan tergantung pada sistem pendinginan yang digunakan. Pada pendinginan udara, panas akan berpindah dari dalam ruang bakar melalui kepala silinder, dinding silinder dan piston secara konduksi. Selanjutnya yang melalui dinding dan kepala silinder, panas akan berpindah melalui sirip-sirip (fins) dengan cara konveksi ataupun radiasi di luar silinder.
            Pada pendinginan air secara alamiah, proses perpindahan panas/pendinginan melalui perubahan massa jenis air yang menurun karena panas selanjutnya air akan berpindah secara alamiah berdasarkan rapat massa sehingga terjadi sirkulasi alamiah untuk pendinginannya. Untuk mempercepat pembuangan panas pada sistem pendinginan air dipasangkan radiator. Melalui radiator ini panas akan dibuang ke udara melalui sirip-sirip radiator. Pada pendinginan air dengan tekanan, sirkulasi akan dipercepat oleh putaran kipas pompa sehingga sirkulasi air pada sistem ini akan lebih baik.
6.   Bahan tambah cairan pendingin
  1. Bahan pencegah karat
Bahan ini dibuat dari ras indibitor, adanya beberapa macam material yang digunakan pada sistem pendingin mengakibatkan terjadinya karat pada logam. Karat merupakan hasil reaksi antara dua logam yang berbeda (misalkan aluminium dengan besi). Oleh karena itu, bahan pencegah karat harus digunakan pada sistem pendingin terutama pada mesin-mesin kepala silinder yang terbuat dari aluminium. Bahan karat akan semakin tidak efektif apabila semakin lama digunakan dan harus diganti secara teratur.
  1. Bahan anti beku
Bahan ini terbuat dari alkhohol. Pada tempetature dingin, air pendingin bisa membeku sehingga dapat mengganggu sistem kerja sistem pandingin. Untuk mengatasi hal tersebut kadang-kadang untuk daerah yang bersuhu dingin diperlukan tambahan cairan anti beku atau anti friser pada radiator.


7.    Komponen- komponen sistem pendingin air
a.       Radiator
Radiator pada sistem pendingin berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sirip-sirip pendinginnya. Konstruksi radiator dapat dilihat pada (gambar 3.8).








Gambar 3.8. Konstruksi radiator
Konstruksi radiator terdiri dari:
1)      Tangki atas berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki atas dilengkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang pengisian harus ditutup dengan tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam sistem pendinginan yang disebabkan oleh ekspansi panas dari aliran keluar atau ke tangki reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.
2)      Inti radiator (radiator core) berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirkan air dari tangki atas ke tangki bawah dan sirip-sirip pendingin untuk membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan diantara sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas secepat mungkin. Warna inti radiator dibuat hitam agar perpindahan panas radiasi dapat terjadi sebesar mungkin. Besar kecilnya inti radiator tergantung pada kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air dan sirip-siripnya.
3)      Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan melepas radiator.
b.      Tutup radiator
Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi dari pada tekanan udara luar. Disamping itu pada sistem pendingin tertutup, tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan air pendingin dalam sistem meskipun dalam keadaan dingin atau panas. Untuk maksud tersebut tutup radiator dilengkapi dengan katup pengatur tekanan (relief valve) dan katup vakum (gambar 3.9).






Gambar 3.9. Konstruksi tutup radiator

Cara kerja katup-katup pada tutup radiator adalah sebagai berikut:
            Pada saat mesin dihidupkan suhu air pendingin segera naik dan akan menyababkan kenaikan volume air sehingga cenderung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan naik. Kenaikan tekanan akan menaikkan titik didih air yang berarti mempertahankan air pendingin dalam sistem. Bila kenaikan suhu sedemikian rupa sehingga menyababkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem. Karenanya air akan mendesak katup pengatur tekanan untuk membuka dan air akan keluar melalui katup ini ke pipa pembuangan (gambar 3.10a)
            Pada saat suhu air pendingin turun akan terjadi penurunan volume, yang akan menyababkan terjadinya kevakuman dalam sistem yang selanjutnya akan membuka katup vakum sehingga dalam sistem tidak terjadi kevakuman lagi (gambar 3.10b). Sistem yang menggunakan tangki reservoir, kevakuman akan diisi oleh air sehingga air dalam system akan tetap (gambar 3.11). Bila sistem tidak menggunakan tangki reservoir maka yang masuk adalah udara.





Gambar 3.10. Kerja katup pengatur tekanan dan katup vakum





Gambar 3.11. Radiator dengan tangki reservoir
c.       Pompa Air
Pompa air berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dengan jalan membuat perbedaan tekanan antara saluran hisap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal. Pompa air ini digerakkan oleh mesin dengan bantuan tali kipas (“V”belt) dan pully dengan perbandingan putaran antara pompa air dengan mesin sekitar 0,9 sampai 1,3. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air pendingin sesuai dengan operasi mesin (gambar 3.12).






Gambar 3.12. Konstruksi pompa air
            Pompa ini terdiri dari: (a) Poros, (b) Impeller, dan (c) Water Seal

d.      Kipas Pendingin
Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) atau kipas pendingin listrik. Kipas pendingin biasa digerakkan oleh putaran pully poros engkol. Poros kipas biasanya sama dengan poros pompa air sehingga putaran kipas sama dengan putaran pompa.
Pada kipas pendingin listrik digerakkan oleh motor listrik akan menghasilkan efisiensi pendinginan yang lebih baik (terutama pada kecepatan rendah dan beban berat) dan membantu pemanasan awal air pendingin yang lebih cepat, penggunaan bahan bakar yang lebih hemat dan mengurangi suara berisik (gambar 3.13).







Gambar 3.13. Penggerak kipas dengan motor listrik
Adapun cara kerja kipas pendingin listrik sebagai berikut:
(Lihat gambar 3.14)






Gambar 3.14. Cara kerja sistem pendingin listrik
Bila suhu air di bawah 83°C temperature switch ON dan relay berhubungan dengan masa. Fan relay coil terbuka dan motor tidak bekerja.
Bila suhu air pendingin di atas 83°C, temperature switch akan OFF dan sirkuit relay ke masa akan terputus. Fan relay tidak bekerja, maka kontrak poin merapat dan kipas mulai bekerja.
e.       Katup Thermostat
Katup thermostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran dari mesin ke radiator pada saat mesin mencapai suhu idealnya. Katup thermostat biasanya dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator yang dimaksudkan agar lebih mudah untuk menutup saluran bila mesin dalam keadaan dingin dan membuka saluran pada saat mesin sudah panas.
Ada 2 tipe thermostat, yaitu tipe bellow dan tipe wax. Kebanyakan thermostat yang digunakan adalah tipe wax. Di samping itu thermostat tipe wax ada yang menggunakan katup by pass dan tidak menggunakan katup by pass.





Gambar 3.15. Thermostat tipe wax
Cara kerja katup thermostat adalah sebagai berikut:
Pada saat suhu air pendingin rendah, katup tertutup atau saluran dari mesin ke radiator terhalang oleh wax (lilin) yang belum memuai. Bila suhu air pendingin naik sekitar 80 sampai dengan 90°C, maka lilin akan memuai dan menekan karet. Karet akan berubah bentuk dan menekan poros katup. Oleh karena itu posisi poros tidak berubah, maka karet yang sudah berubah tersebut akan membawa katup untuk membuka (gambar 3.16)





                                       


Gambar 3.16. Katup thermostat pada saat suhu 80-90°C
Untuk menghidari terjadinya tekanan air yang tinggi pada saat katup thermostat tertutup, pada saluran di bawah katup di buatkan saluran ke pompa air yang dikenal dengan saluran pintas (by pass) (Lihat gambar 3.17).






Gambar 3.17. Thermostat dengan katup by pass
Cara kerja katup by pass dapat di lihat pada sistem pendingin mesin pada saat dingin dan panas.
Pada saat mesin dalam keadaan dingin, cairan pendingin saat mesin dingin katup utama thermostat oleh tekanan pegas, sedangkan katup by pass terbuka karena cairan pendingin dapat bersirkulasi dengan dorongan pompa air melalui blok mesin dan kepala silinder. Melalui rangkaian by pass, thermostat yang membuka dan kembali pada pompa air sehingga dapat dihasilkan pemanasan yang cepat.






Gambar 3.18. Arah aliran air pendingin pada saat mesin dingin
Kemudian pada saat mesin mencapai temperature kerjanya, sumbat lilin memuai dan mengarah ke cylinder thermostat sehingga thermostat membuka dan pada saat bersamaan menutup katup by pass. Cairan pendingin mengalir melalui ramgkaian by pass menjadi tertutup sehingga sirkulasi mengalir melalui thermostat ke radiator dan terjadi penyerapan panas sebelum kembali lagi ke pompa air dan blok mesin.






Gambar 3.19. Arah aliran air pendingin pada saat mesin panas.

B.     Pembongkaran, Pemeriksaan, Pemasangan, dan Perawatan atau Perbaikan
1.   Jumlah air pendingin
a.       Periksalah jumlah air pendingin, harus mencapai lubang pengisian.
b.      Jangan melepas tutup radiator saat mesin panas.
2.   Kualitas air pendingin
  1. Periksalah karat atau kerak air di sekitar tutp radiator atau di leher pengisian radiator.
  2. Periksa air pendingin agar bebas dari air.
  3. Ganti air pendingin bila perlu.
3.   Kebocoran Air Pendingin
  1. Pasang radiator cap tester (alat ukur) pada lubang pengisisan.
  2. Berikan tekanan pada sistem ± 11 kg/cm².
  3. Perikasa tekanan agar tidak turun, jika turun berarti ada yang bocor.










Gambar 3.20. Pemeriksaan tekanan
4.   Penggantian Air Pendingin Pada Radiator
  1. Lepas tutup radiator dan buka tutup sumbatnya.
  2. Buang air pendingin ke bejana penampung.
  3. Hati-hati waktu memuang air yang panas.
  4. Semprot sistem pendingin hingga pada warna hilang, kemudian buang seluruh air pendingin.
  5. Isi penuh dan campur dengan bahan campuran pendingin.
  6. Hidupkan mesin dalam kondisi idle tertutup dan buka tutup radiator hingga gelembung udara akan keluar.
  7. Tambahkan air secukupnya.
  8. Pasang tutupnya, selanjutnya periksa kebocoran sambungan.
5.   Tutup Radiator
  1. Klep tutup radiator
1)      Bersihkan kotoran, torak antara klep tutup radiator dan kedudukan klep.
2)      Pasang tutup radiator, gunakan radiator cap tester dengan memberikan       tekanan 0,9 kg/cm².
3)      Biarkan terjadi tekanan, jika tekanannya menurun berarti ada gangguan.






Gambar 3.21. Pemeriksaan klep tutup radiator
  1. Klep tekanan negative
1)      Tarik klep tekanan negative jika klep dibuka.
2)      Periksalah kerusakan pada logam yang bersentuhan atau perubahan bentuk pada saat paking.
3)      Jika perlu gantilah tutup radiator.





Gambar 3.22. Pemeriksaan tutup radiator
6.   Thermostat
  1. Melepas dan memasang thermostat
1)      Buang air pendingin hingga berjumlah di bawah rumah thermostat.
2)      Lepaskan sesuai dengan urutan gambar,
a)      Selang atas dan klem pengikat
b)      Baut dan ring
c)      Tutup thermostat
d)     Gasket/perpak
e)      Thermostat
3)      Pada pemasangan tahanannya, kebalikan dari pelepasan.
Keterangan:
1)      Selang, klem
2)      Baut, ring
3)      Tutup rumah thermostat
4)      Gasket/perpak
5)      Thermostat

Gambar 3.23. Pelepasan thermostat


  1. Pemeriksaan
1)      Masukkan thermostat pada air dan panaskan secara bertahap.
2)      Catat suhu bila thermostat mulai membuka penuh.
3)      Ukur tinggi angkatnya waktu thermostat terbuka penuh
a)      Suhu thermostat mulai membuka yaitu 74,5°C.
b)      Thermostat terbuka penuh antara suhu 80-90°C.
c)      Tinggi pembukaan adalah 8,0 mm atau lebih.
4)      Jika jauh dari limit standar di atas, gantilah thermostat.





Gambar 3.24. Pengujian thermostat
7.    Pompa Air
Keterangan:
1)            Boss pully
2)            Plat penyekat debu
3)            Snap ring
4)            Poros, speacer dan bearing
5)            Sudu
6)            Penyekat (seal)
7)            Bearing
8)            Speacer
9)            Bearing
10)        Ring
11)        Baffle plate
12)        Plat penyekat debu
3)      Ring penyetop
Gambar 3.25. Cara melepas pompa air

a.       Membongkar Pompa Air
Melepas boss pully




Gambar 3.26. Melepas pompa air
b.      Pemeriksaan pompa air pada kendaraan
1)      Periksa kebocoran pompa air dan kelonggaran poros serta bearingnya dengan menggunakan kipasnya.
2)      Bila pada bukti kendaraan gantilah bearing atau poros.
3)      Bila ada kebocoran dari rumah pompa, gantilah sekalian.
4)      Ganti pompa bila perlu.





Gambar 3.27. Pemeriksaan pompa air
c.       Pemasangan pompa air
1)      Memasang stop ring kedalam alur yang ada pada porosnya.
2)      Pasang plat penyekat debu pada porosnya.
3)      Putar baffle plat pada astiup.
4)      Pasang poros pada rumah pompa dan tekan ke dalam bearing dengan sisi seal menghadap ke belakang.
5)      Pasang washer dan letakkan speacer pada bearing gemuk.
6)      Pasang bearing dengan sisi penyekat menghadap ke depan sehingga skep ring bias di pasang.
7)      Pasang skep ring.
8)      Pasang penyekat debu pada bearing, tekan boss pully pada poros sehingga snap ring bias di pasang.
9)      Pasang penyekat debu pada bearing, tekan boss pully pada poros sehingga terdorong oleh bagian depan poros.
10)  Pres sudut pompa pada porosnya sehinga terdorong ke ujung poros.
11)  Putar poros pompa dan pastikan poros berputar bebas dengan bagian luar sudut berada pada rumah pompa.
13)  Plat penyekat debu
 3)  Ring penyetop
8.   Tali Kipas Pompa Air
  1. Pemeriksaan
1)      Periksa kondisi tali kipas dari keausan, retak, dan terkelupas. Ganti bila perlu.
2)      Pastikan tali kipas benar-benar terpasang pada alur pully.
3)      Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan 98 n.
4)      Defleksi tali kipas yang di ijinkan ± 11 mm.
  1. Penyetelan
1)      Bila perlu kendorkan baut alternator dan baut penyetelnya.
2)      Gerakkan alternator ke dalam dan keluar untuk menyetelnya.
3)      Kencangkan bautnya.






Gambar 3.28. Penyetelan tali kipas
c.       Melepas dan pemasangan
1)      Buang air pendingin mesin
2)      Lepas sesuai nomor urut pada gambar
3)      Pasang kebalikan melepas
4)      Setelah pemasangan:
a)      Setel kelenturan tali kipas
b)      Isi air pendingin dan jalankan mesin sambil memeriksa kebocoran
Keterangan:
1)      baut, ring
2)      kipas
3)      tali kipas
4)      pully
5)      mur, ring
6)      pompa air
7)      gasket/perpak

Gambar 3.29. Pemasangan tali kipas.

C.    Trouble Shooting

Nama komponen
Keluhan
Solusi
Pompa Air
a.    Terjadi kebocoran pada seal pompa air.
b.    Pada rumah pompa terjadi kebocoran.
c.    Bearing terlalu longgar.
Ganti

Ganti

Ganti 
Kipas
a.    Terjadi keretakan pada sirip kipas.
b.    Sirip kipas patah.
c.    Baut penjepit kipas hilang.
Ganti

Ganti
Ganti
Tali Kipas
a.    Terjadi keretakan pada tali kipas.
b.    Terjadi keausan pada tali kipas.
c.    Tali kipas terkelupas.
d.   Tali kipas terlalu kencang atau kendur.
Ganti

Ganti

Ganti
Setel
Radiator
a.    Pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah kemungkinan bocor.
b.    Inti radiator tersumbat melebihi 20%.
c.    Selang radiator dan jika Ternya rusak.
d.   Air radiator kurang atau kwalitasnya sudah tidak baik.
e.    Pada sambungan selang radiator terjadi kebocoran atau klem kurang kencang.
Diperbaiki/diganti



Ganti

Ganti

Ganti/tambah


Kencangkan
Tutup Radiator
a.    Katup pengatur pada tutup radiator dan katup vakum dari kemungkinan pegasnya yang lemah atau dudukannya kurang rapat. Katup membuka pada tekanan di bawah harga spesifikasi atau ada kerusakan lain.
b.    Kerusakan pada logam yang bersentuhan atau perubahan bentuk pada saat paking.
Ganti










Ganti
Thermostat
a.    Thermostat tidak bisa membuka penuh.
b.    Thermostat tidak bisa membuka pada suhu standar awal membuka.
c.    Thermostat membuka dengan ketinggian kurang dari 8,0 mm.
Ganti

Ganti


Ganti
Tangki reservoir
a.    Terjadi kebocoran pada tangki reservoir dan tutup tangki reservoir pecah.
b.    Pipa penghubung antara radiator dan tangki reservoir bocor.
Ganti



Ganti



BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setelah melaksanakan praktik kerja industri maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal:
1.      Praktik kerja industri merupakan salah satu sarana sekolah bagi siswa untuk melatih mental siswa melalui magang di dunia industri.
2.      Praktik kerja industri merupakan salah satu sarana untuk memupuk keahlian.
3.      Dengan praktik kerja industri, maka siswa mampu mengetahui kemampuan dirinya.
4.      Praktik kerja industri merupakan sarana untuk menerapkan ilmu-ilmu dari sekolahan.
5.      Selain dari sekolah, siswa juga akan mendapat ilmu dari dunia usaha.
6.      Setelah menyelesaikan laporan pratik kerja industri, penulis dapat menyimpulkan:
a)      Laporan praktik kerja industri sebagai salah satu bukti bahwa siswa telah melaksanakan Praktik Kerja Industri.
b)      Laporan Praktik Kerja Industri melatih siswa kreatif setelah melaksanakan suatu kegiatan.
Kesimpulan dari sistem pendingin itu sendiri adalah:
1.      Sistem pendingin pada kendaraan berguna untuk menjaga suhu mesin agar tidak mengalami suhu mesin yang berlebihan.
2.      Memberi rasa nyaman pada penumpang dengan adanya rasa sejuk.
B.     Saran-saran
1.      Untuk Sekolah
a.       Sekolah seharusnya memberikan bekal yang cukup bagi siswa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Industri.
b.      Sekolah hendaknya memberangkatkan serta menarik siswa yang melaksanakan Praktik Kerja Industri secara bersamaan agar terlihat kedisiplinannya.
c.       Sekolah hendaknya sesering mungkin mengunjungi siswa Praktik Kerja Industri melalui guru pembimbing yang telah ditentukan.
2.      Untuk Dunia Industi
  1. Dunia industri harus memberikan pelayanan yang memuaskan pada konsumen agar tetap berlangganan di situ.
  2. Dunia industri hendaknya tepat pada waktunya agar konsumen tidak kecewa.
  3. Dunia industri harus mencari tempat yang sesuai agar dapat menjalankan bisnisnya dengan lancar.
3.      Untuk Para Siswa
  1. Siswa hendaknya berhati-hati dalam mencari tempat Praktik Kerja Industri
  2. Siswa yang menjalankan Praktik Kerja Industri harus patuh pada peraturan pada tempat itu.





















DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1993. New Step 1 Training manual. Jakarta: PT Toyota Astra Motor. Training Center.
Suratman.M. 2003. Servis dan Reparasi Auto Mobil. Bandung: CV Pustaka Grafika.
Mulyadi, Salihan. 2004. Perbaikan Chasis dan Pemindah Tenaga. Bandung: CV ARMICO.


























LAMPIRAN
































DAFTAR GAMBAR

Gambar   2.1.       Struktur organisasi
Gambar   2.2.       Denah atau lokasi bengkel
Gambar   3.1.       Neraca panas pada mesin
Gambar   3.2.       Pendinginan udara secara alamiah
Gambar   3.3.       Kipas udara pada roda gila
Gambar   3.4.       Kipas pada roda gila dengan pengarah aliran
Gambar   3.5.       Prinsip sirkulasi alamiah
Gambar   3.6.       Sirkulasi alamiah di mesin
Gambar   3.7.       Sirkulasi dengan tekanan
Gambar   3.8.       Konstruksi radiator
Gambar   3.9.       Konstruksi tutup radiator
Gambar   3.10.     Kerja katup pengatur tekanan dan katup vakum
Gambar   3.11.     Radiator dan tangki reservoir
Gambar   3.12.     Konstruksi pompa air
Gambar   3.13.     Penggerak kipas dengan motor listrik
Gambar   3.14.     Cara kerja sistem pendingin listrik
Gambar   3.15.     Thermostat tipe wax
Gambar   3.16.     Katup thermostat pada saat suhu 80-90°C
Gambar   3.17.     Thermostat dengan katup by pass
Gambar   3.18.     Arah aliran air pendingin pada saat mesin dingin
Gambar   3.19.     Arah aliran air pendingin pada saat mesin panas
Gambar   3.20.     Pemeriksaan tekanan
Gambar   3.21.     Pemeriksaan klep tutup radiator
Gambar   3.22.     Pemeriksaan tutup radiator
Gambar   3.23.     Pelepasan thermostat
Gambar   3.24.     Pengujian thermostat
Gambar   3.25.     Cara melepas pompa air
Gambar   3.26.     Melepas pompa air
Gambar   3.27.     Pemeriksaan pompa air
Gambar   3.28.     Penyetelan tali kipas
Gambar   3.29.     Pemasangan tali kipas

2 komentar:

  1. woooo,
    nek update yo sing anyar nuw..
    makalah 2008 mlh diupdate,
    hehehee
    gek yo asal copy paste wae,
    kui liaten diagrammu, ra ketok..

    BalasHapus
  2. hhahahaha...........
    wonk y iz swe wkx di koment, hhahahahaha

    BalasHapus